Assalamu'alaikum emak-emak, saya ingin berbagi sedikit tips bagaimana menjelaskan sebuah konsep yang mungkin agak sedikit rumit, tetapi semua orang pasti akan mengalaminya.
Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi kepada siapapun juga, baik tua ataupun muda, karena ajal tak memandang tak seberapa lama kita hidup atau seberapa banyak kita membawa amal kebajikan. Tapi kematian adalah hal yang misteri yang semua kita tak pernah tahu kapan itu akan terjadi.
Yang menjadi masalah bagaimana memahamkan konsep ini kepada jiwa yang masih belum siap menerima secara akal, semisal anak di bawah umur, dia belum bisa mengakses hal-hal yang abstrak, karena salah bicara membuat anak memiliki pandangan yang keliru tentang kematian.
Kebanyakan anak sebenarnya tidak terlalu berminat pada soal kematian itu sendiri, namun bagaimana jika kematian tersebut telah menimpa kehidupan si anak, misalnya ia telah ditinggal mati oleh orang-orang terdekatnya; ayahnya, ibunya, neneknya serta karib kerabat yang berhubungan dengannya, bahkan mungkin hanya kematian seekor kucing kesayangannya.
Tentunya hal itu akan membuat dirinya goncang, meskipun ia sendiri tak mampu memahami apa yang terjadi pada dirinya, tapi karena kodratnya ada ikatan batin tentu dia merasakan dan menyadari bahwa orang yang selama ini ada bersamanya, memberikan kasih sayang tiba-tiba saja tak terlihat lagi oleh inderanya.
Langkah-langkah yang kita lakukan selaku orang yang mendampingi disaat jiwa mungil itu tergoncang adalah:
1. Menjelaskan kepada anak dengan apa adanya secara jujur.
Jangan sampai kita berdusta, karena tentunya akan memberikan harapan kosong kepadanya, dan ada baiknya sebelum kita sampaikan, gali dulu sejauh mana pengetahuannya tentang kematian, kalaulah pemahamannya keliru ada baiknya kita luruskan agar tidak terjadi kesalah pahaman, semisal kematian itu sebuah momok yang menakutkan dan berbagai macam cerita seram yang disimpulkannya sendiri karena melihat sesuatu yang disodorkan di layar kaca atau televisi.
2. Awal mula ketika ingin menjelaskan konsep ini, kita harus melihat dulu usia dan perkembangan berpikirnya. Jika misalnya anak itu berumur dua tahun, maka belum layak untuk menjelaskan konsep ini, jadi tidak perlu dijelaskan. Jika dia berumur 3,5-5 tahun mereka biasanya sudah mulai memahami dan menangkap konsep tentang kematian.Artinya mereka memahami bahwa orang yang meninggal itu tidak akan bangun lagi dan tidak akan kembali.
BACA JUGA
MANFAAT CONCEALER UNTUK MAKEOVER WAJAH
3. Pilihlah kata yang tepat
Pilihan kata yang tepat untuk untuk memahamkan kepada anak tentang kematian ini sangat penting, kita tidak boleh hanya karena ingin menghibur atau ingin menyelamatkannya dari kesedihan, kemudian memberikan penjelasan yang malah dikemudian hari menunntut penjelasan kembali, misalnya; "Bapak pergi jauh sayang... nanti juga kembali," atau" Bapak sekarang ada di syurga." Ini adalah kata-kata yang keliru. Ajak mereka berkomunikasi dari hati ke hati, lebih banyak kepada penjelasan-penjelasan yang mengasah emosional dan spritual questionnya, sehingga lama-kelamaan dia paham dan mampu menerima keadaan yang sudah ditentukan oleh Allah hingga hidupnya bisa berjalan sebagaimana mestinya.
4. Dukungan keluarga
Dukungan semua pihak keluarga sangat dibutuhkan, demi membangun harapan baru dan kepercayaan diri kembali bagi anak yang ditinggalkan. Tersebab jika dia seorang ayah yang meninggal, maka pasti akan menyisakan kesedihan yang mendalam bagi seorang ibu. Seorang ibu harus terlebih dahulu menguatkan dirinya, sebelum dia menguatkan anak-anaknya. Seorang ibu yang selalu tampak sedih di mata anak-anaknya maka akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik, walaupun tidak semua orang sama menyikapi permasalahan yang terjadi pada dirinya, maka dari itu selama seorang ibu tak mampu fokus untuk menerima kenyataan yang terjadi, dukungan semua pihak keluarga amatlah penting dan bisa membantu membesarkan hati anak-anak yang ditinggalkan dengan memberikan dukungan moril dan perhatian.
5. Ajak mereka untuk mendo'akan.
Jangan lupa mengajak mereka untuk mendo'akan ayah, ibu, atau anggota keluarga yang meninggal, karena secara tidak langsung kita menyampaikan kepada anak bahwa orang yang sudah meninggal itu tidak berdaya lagi dan mesti kita bantu dengan do'a, agar diberikan ampunan, rahmat dan keselamatan. Dan dengan cara ini pula seorang anak belajar memahami konsep konsekuensi kehidupan. "Kullu Nafsin dzoiqatul maut."
Penulis: Rusmini ummu Huwaida
Email : rusmini.12@gmail.com
0 Comments