Hallo, Emak Strong!
Kehidupan yang dijalani ini seperti naik Rolles Coaster, Iya khan Mak? Kadang naik, terus turun dan kadang kala menikung bahkan mungkin ada bagian yang terasa menyedihkan dan mengerikan, mungkin hal itu membuat pergolakan batin. Terkadang antara impian tidak sejalan dengan kenyataan. Sehingga menimbulkan rasa sedih, kecewa, marah, takut, malu, iri, cemburu, kuatir, dan rendah diri.
Apakah perasaan-perasaan tersebut bisa hilang setelah bertahun-tahun? Ternyata tidak Mak! Dia akan menumpuk dalam pikiran, seperti sampah bila tidak dibuang akan menimbulkan bau busuk, bahkan bisa menyebabkan penyakit. Sungguh hal yang tidak nyaman. Dibutuh katarsis Mak! Yaitu membuang getaran-getaran negatif dalam diri. Bagaimana cara membuang sampah dalam diri? Ada banyak cara yang bisa dilakukan Mak! Salah satunya dengan menulis.
Menurut James Pennebaker, Ph.D dari clinical psychogist university new south wales – USA, menulis bisa menjadi energi untuk menyembuhan diri, dan hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah melalui serangkaian penelitian yang telah banyak dilakukan. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua, termasuk Emak. Emak dapat dengan bebas mencurahkan semua hal yang membuat kecewa, marah ataupun tanpa takut dihakimi. Emak tertarik untuk menuangkan perasaannya dalam tulisan? Yuk intip langkahnya, Mak!
1. Siapkan Perlengkapan Menulis
Perlengkapan menulis ini bisa buku tulis beserta pulpen, handphone ataupun laptop. Bagi Emak yang senang menulis di buku diary bisa tetap melanjutkannya. Namun dengan ada kemajuan, sekarang handpone pun sangat praktis digunakan untuk kegiatan menulis. Kenapa perlu mempersiapkan perlengkapan menulis? Agar membantu mencatat semua ide saat ingin menulis. kapanpun Emak inginkan sehingga ide tidak hilang. Kadang ide itu seperti kilat, kalau tak ditangkap ia akan hilang. Dengan mencatat tulisan bisa dikembangkan menjadi hal yang menarik dan bermanfaat. Sekarang sudah banyak aplikasi untuk menulis seperti aplikasi Wattpad, Sweek , Ketix dan lain sebagainya.
2. Ciptakan Suasana yang Membuat Mood Baik
Bagi sebagian orang suasana sangat mempengaruhi mood untuk menulis, jadi perlu strategi agar mood itu keluar. Bagi Emak yang ingin suasana tenang, ciptakan suasana tenang, jauh dari suasana gaduh. Atau Mak suka mendengarkan music, setel musik yang memang disuka. ciptakanlah suasana yang membuat diri benar-benar merasa santai dan siap menumpahkan semua sampah hati agar hilang beban yang bergelayut di hati.
BACA JUGA
7 FAKTA MENARIK TENTANG EKSIBISIONIS, WAJIB EMAK KETAHUI!
3. Aliri Saja Apa yang Emak Ingin Tulis
Tulis saja apa yang ingin ditulis, tidak usah memikirkan aturan menulis. Karena sebagian orang yang mencoba menulis kehilangan mood menulis saat memikirkan hal ini, dan tulisanpun tidak jadi. Terkadang untuk menulis butuh kebebasan, mengalir seperti air tanpa batasan-batasan umum.
4. Endapkan tulisan yang ditulis
Butuh waktu untuk mengendapkan tulisan lalu dibaca kembali untuk melakukan pengeditan, agar tulisan yang telah ditulis bisa diperiksa dan diperbaiki sebelum dipublikasikan.
5. Publikasikan tulisan
Kenapa perlu mempublikasikan tulisan yang sudah dibuat? Agar bisa berbagi rasa, manfaaat dan bisa menerima fee back dari orang lain, karena dengan menerima fee back itu akan membuat Emak belajar memperbaiki dan memberi spirit untuk terus berkarya. Lakukan publikasi di berbagai media seperti di Fb, blog, twitter, instagram, Koran atau ikutkan dalam lomba.
6. Rajin menambah ilmu dan tak bosan berlatih.
Menulis itu seperti mengasah pisau, semakin sering diasah maka akan semakin tajam. So jangan berhenti untuk terus belajar dan berlatih.
Walau sehari-hari berjibaku dengan rutinitas dan masalah hidup, Mak! Luangkanlah waktu untuk membuang sampah-sampah dalam diri agar tidak menjadi penyakit. Salurkan “ uneg-uneg” secara positif. Selamat merangkai rasa dalam aksara ya, Mak!
Penulis : Elvida Busma (elv.fifa0424@gmail.com)
0 Comments