FAKTA MENARIK DARI HAJI BAKSO



Hai, Emak. 
Apa yang terlintas dalam pikiran Emak, dengan kata-kata HAJI BAKSO? Ya, seseorang yang bisa pergi berhaji karena usahanya berjualan bakso, bukan? Itu yang akan kita bahas di sini sebagai inspirasi. 

Cerita yang akan diangkat di sini adalah tentang mbah Sukarman dan istrinya dari Sragen Jawa Tengah. Beliau berdua bisa pergi berangkat haji berkat usaha gigihnya berjualan bakso. Bukan berdagang bakso di suatu tempat atau ruko, melainkan dengan berkeliling menggunakan gerobak dorong. 

Setiap hari dibantu istri tercintanya, Mbah Karman mendorong gerobaknya untuk berjualan bakso berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Keuntungan yang tidak seberapa dengan telaten ditabung mereka begitu sabarnya. Begitu mencapai jumlah enam juta uang tersebut dibelikan anak sapi, untuk dipelihara dan dibesarkan oleh anaknya di rumah. 

Sambil membiayai anak dan keluarga, keuntungan berjualan bakso yang tidak seberapa itupun dikumpulkan kembali untuk dibelikan sapi lagi. Sehingga jumlah sapinya menjadi dua, selama setengah tahun dirawatnya bersama anaknya dengan telaten sehingga layak untuk dijual. Tak dinyana pada saat idul qurban, harga sapinya dihargai sebesar 45 juta rupiah. Sapi kecilnya dijual 19 juta dan yang besar seharga 26 jutaan. 

Bersama tabungan hasil berjualan baksonya yang bila ditotal dengan hasil penjualan sapi sekitar 51 juta, maka pada tahun 2011 Mbah Sukarman pergi ke bank untuk mendaftarkan diri bersama sang istri untuk pergi ke tanah suci. Alhamdulillah berkat doa dan usahanya, beliau bersama istrinya dijadwalkan untuk berangkat tahun ini bersama ribuan jemaah haji lainnya. 

Sejak pendaftaran sampai dengan keberangkatannya, Mbah Karman dan istri terus berjualan bakso dengan gigih tak lupa disertai doa dan munajat keridhaan-Nya. Sehingga tahun ini di usianya ke-66 tahun, bersama istrinya bisa berangkat dengan ijin-Nya, Mak. Selama di tanah suci beliau berdua banyak berdiam dan aktif di masjid baik di Madinah maupun Mekkah. Tak lupa menyisihkan beberapa realnya untuk bersedekah kepada orang-orang miskin selama dalam perjalanan. 

Ini menjadi contoh dan inspirasi bagi jamaah yang menyaksikan pasangan manula ini dengan penuh haru. Wujud bentuk syukur beliau berdua bisa dipanggil dan ibadah bersama melalui perjuangan gigih. Semoga menginspirasi. 

Penulis: (Juli Dwi Susanti)
Email: misjulie71@gmail.com

Post a Comment

0 Comments