Hai, mak! Pagaralam salah satu kota di provinsi Sumatera Selatan, kota yang terkenal dengan wisatanya ini mulai dilirik para wisata baik wisata lokal maupun internasional. Sebagai kota perjuangan, Pagaralam tentu memiliki makanan khas layaknya kota kota atau daerah lainnya, antara lain: ikan mujair masak kuning, sambal kweni, sayur lumay dan kembuhung. Diantara makan khas tersebut kembuhung salah satu makanan yang hampir punah. Hampir sebagian masyarakat tidak lagi memasaknya. Mungkin hanya orang tua terdahulu saja yang masih melestarikan masakan kembuhung.
Entah kapan munculnya makanan kembuhung tersebut di kenalkan, yang pasti makanan ini sudah di kenal sejak zaman penjajahan. Konon, kembuhung dibuat salah satu cara mengawaetkan sisa nasi yang sayang dibuang.
Adapun proses pembuatannya, yaitu nasi yang sudah matang dicampur dengan isi perut ikan (masyarakat setempat biasanya menggunakan isi perut ikan mas) lalu dicampur dengan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, laos, jahe, cabai dan daun salam. Semua bahan diadun rata lalu didiam selama tiga hari sampai satu minggu hingga muncul rasa asam pada kembuhung. Cara memasak kembuhung adalahh ditumis menggunakan sedikit minyak sayur lalu diaduk hingga kering atau butir butir nasi terlihat. Makanan ini biasanya di konsumsi denga nasi hangat bersama ikan asin dan sambal tumis.
Kembuhungan hanya istilah yang disematkan masyarakat Pagaralam untuk nama sebuah makanan, tidak ada makna yang jelas mengapa makanan tersebut dinamakan kembuhungan tapi yang jelas makanan ini bukan menunjukkan orang yang mengonsumsinya suka pembohong, ya.
Ok, emak. Itulah tadi kembuhungan makanan khas Pagaralam yang mulai punah.
Penulis : Distiliana
Email :distilianaeko@gmail.com

0 Comments