Memiliki tiga buah hati bagi saya sudah cukup merepotkan, jadi kebayang dengan emak-emak yang hebat yang memiliki anak lebih dari itu. Tentunya seorang ibu yang ingin menjadikan anaknya hebat dan mampu menghadapi tantangan hidup ke depannya adalah ibu yang tak pernah bosan berceloteh, in syaa Allah celoteh yang bermanfaat. Tidak terkecuali diriku, termasuk dalam hal sederhana tapi juga tidak boleh dianggab remeh, yakni bagaimana membiasakn anak rajin membersihkan giginya.
Di awal sebuah pembiasaan itu memang sulit, apalagi dalam mempertahankan sebuah idealisme di tengah beragamnya pendapat dan komentar, belum lagi suara-suara tidak mengenakkan dari pihak orang-orang terdekat. Kita harus rela mendapatkan cap"keras kepala" padahal saya rasa setiap orang punya alasan, dan kalau begitu berarti setiap orang juga keras kepala.
Namun yang harus kita pahami adalah kita memahami betul-betul sebuah konsekuensi akan sebuah keputusan, satu lagi keputusan tersebut tidak bertentangan nilai-nilai syara'.
Contoh konkret sederhana adalah ; Teringat dulu perjuanganku saat mengajari putri kecilku untuk merutinkan kegiatan gosok giginya. Diawal memang terasa sangat sulit, sering ogah-ogahan apalagi kalau mau menjelang tidur di malam hari. Ada banyak jurus-jurus yang kulakukan misalnya dengan menjelaskan akan pentingnya gosok gigi, bercerita, termasuk juga mendownloadkan film animasi lewat gadget tentang yang berhubungan dengan kebersihan gigi. Pada awalnya mereka memang takluk juga, namun tak berselang lama, semangatnya kendor lagi.Tak jarang dibubuhi insiden air mata kalau harus dipaksakan gosok gigi.
Akhirnya bermunculan komentar-komentar dari pihak terdekat, yang merasa kasian dengan putri ku. "Udahlah masih kecil juga kok, tidak apa-apa,nanti dia bisa sendiri", eh ibu, tidak kasian apa, anaknya nangis-nangis gitu, tega amat." Belum lagi terkena damprat orang tua sendiri (neneknya anak-anak), "he he...tapi saya mah tidak menyerah dan tak bergeming sedikitpun, karena in syaa Allah saya mengetahui yang terbaik untuk anak saya sendiri. Bukankah malah susah kalau kita selalu mendengarkan perkataan orang lain, nanti kita seperti tidak punya pegangan hidup, dan nanti malah membuat anak bingung kalau kita tidak menerapkan sikap tegas walaupun harus bertabrakan dengan pendapat orang lain. K alau kita sudah punya ilmu dan pengetahuan yang mantap dan ingin kita terapkan ya sudah Bismillah saja.
Mungkin kebanyakan orang kegiatan gosok gigi adalah hal sederhana, namun bagiku semua aspek untuk berupa hal-hal kebaikan adalah penting termasuk membiasakan anak menggosok gigi sejak dini. Adapun hal-hal atau trik yang kulakukan adalah berangkat dari naluri seorang ibu yang selalu berusaha bijak menyikapi tingkah polah anak yang beragam.yakni:
1. *Biasakan berkomonikasi yang baik dan terarah dengan anak dari sejak dini,baik melalui cerita maupun penyampaian informasi sesuai dengan kadar akalnya*
Seorang anak jika dibiasakan berkomonikasi dengan lembut sejak dini, maka dia akan mudah memahami apa yang disampaikan orang tuanya. Contohnya tentang gosok gigi, ketika anak mulai mengerti dan mampu berkomonikasi kita sampaikan kepadanya melalui informasi ataupun cerita yang berkenaan dengan gosok gigi, bahkan saya sendiri ketika anak saya mulai tumbuh gigi saya sudah sampaikan kepadanya tentang pentingnya gosok gigi, dan menerapkan kepadanya.
BACA JUGA
Lakukan 4 hal ini dalam Berbisnis, Supaya Langgeng
2. *Memberikan motivasi*
Setelah memberikan informasi kepada anak maka harus diimbangi pula dengan pemberian motivasi.
Misalnya melalui cerita, memanfaatkan semua media yang ada di dekat kita agar anak bisa tertarik untuk melakukannya, dengan memberikan sikat gigi yang menarik atau pasta varian rasa,memberikan hadiah meski hanya sebuah ciuman dan pujian, bisa pula memberikan hadiah dikesempatan lain, menonton CD yang di dalamnya berkaitan dengan gosok gigi,bahkan biasanya saya tak segan bersenandung, karena anak-anak suka hal-hal yang menyenangkan.
3. *Sebuah pembiasaan*
Ketiga anakku, ku biasakan membersihkan giginya sejak awal mula tumbuh gigi. Tidak mudah memang, karena setiap anak bayi pasti merasa tidak nyaman kalau kita melakukan pembersihan pada giginya, dia pasti berontak dan menangis, di dalam kondisi seperti inilah saya sebagai ibu harus lebih kuat, karena akan banyak komentar dan akan menjatuhkan vonis kepadaku yakni sebagai ibu yang tega. Bagi kebanyakan orang pasti akan mengira akan menimbulakan trauma terhadap bayi, ternyata tidak, karena kita memang tidak menyakitinya, demikian dia juga tahu bahwa ayah dan ibunya juga melakukan hal yang sama, makanya penting bagi setiap orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak-anaknya.
4. *Teladan dari orang tua*
Setiap anak itu menyerap apa yang dia lihat dan dengar, jadi apapun kebiasaan orang tuanya maka dia akan melakukan hal yang sama, dan tidak mengapa jika sekali-sekali ajak mereka melakukan kegiatan menggosok gigi bersama-sama.
Alhamdulillah si kaka sekarang genap berumur 7 tahun, dede 5,5 tahun ,tanpa disuruh, selesai makan dan malam hari menjelang tidur gosok gigi adalah bed time rotine bagi mereka, mereka merasa tidak nyaman kalau tidak membersihkan gigi mereka,sedangkan si bungsu (belum genap 2 tahun)masih tahap proses pemberian informasi dan penerapan. Anak-anakku kalau ditanya tentang hadist yang menganjurkan tentang membersihkan gigi dengan sergap mereka menjawab," "Assiwaku math haratun lil faami mardhotun lir rabbiy" "yang artinya,bersikat gigi itu merupakan kesucian bagi mulut dan merupakan keridhoan bagi Allah." Maa syaa Allah...Walhamdulillah"
#Tipsmembiasakananakgosokgigi
#Gigisehat
#Semangatemak
Penulis : Rusmini ummu Huwaida
Email : rusmini.huwaida 12@gmail.com

0 Comments