Memahami Si ABG




Emak-emak kelahiran tahun 70-an pasti pernah dengar judul film 'Gejolak Kawula Muda'. Jadi memang begitulah gambaran anak muda, terutama remaja. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Jika saat ini Emak mempunyai yang anak memasuki fase remaja atau ABG (anak baru gede), akan ikut merasakan fase ini. Fase yang penuh gejolak, labil, dan masa paling rumit. Menurut para psikolog, masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa.
Apa saja yang terjadi pada ABG saat memasuki fase ini?

1. Perubahan Fisik
Pada masa ini diwarnai oleh perubahan fisik, misalnya payudara membesar, menstruasi, suara menjadi ngebass, dan lain-lain. Organ-organ seks menjadi lebih matang. Mulai ada rasa tertarik kepada lawan jenis. 

2. Lebih Mengedepankan Emosi
Dalam mengambil keputusan, misalnya, remaja cenderung mengedepankan emosi. Kemampuan berpikir mereka lebih dikuasai oleh emosionalitasnya, sehingga terkadang kurang mampu berdamai dengan pendapat orang lain. Akibatnya sering terjadi sedikit konflik dengan orang tua atau orang dewasa lainnya. 

3. Suasana Hati yang Gampang Berubah
Selain perubahan fisik, terjadi juga gejolak emosi. Gejolak emosi ini berpengaruh pada perilaku remaja. Rasa gembira yang berlebihan atau tiba-tiba merasa sangat sedih. 
Baik buruknya perilaku si ABG ini tergantung dari pola asuh, teladan dari orangtua, serta interaksi dari lingkungan.

4. Mudah Marah
Mereke cenderung lebih sensitif dan mudah marah, karena alasan yang kadang tidak bisa dimengerti oleh orang tua. Mereka juga kadang sering membantah perkataan orang tua, dengan mengeluarkan banyak argumen. 
Sebenarnya sih, Mak, marah adalah emosi normal yang dialami oleh semua orang manusia, demikian halnya dengan si ABG ini.

5. Gampang Terpengaruh Lingkungan
Secara sosiologis, remaja umumnya memang sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh eksternal. Mereka masih dalam proses mencari jati diri. Mereka mudah sekali terombang-ambing, karena kondisi kejiwaan yang labilMereka cenderung mengambil jalan pintas dan tidak mau pusing memikirkan dampak negatifnya.

Ternyata kita sebagai orang tua memang harus lebih banyak belajar dalam memahami anak-anak, dengan segala dinamikanya ya, Mak. Memahami anak di usia remaja ini sangat penting, karena masa remaja adalah masa ‘kritis’ mereka. Butuh bantuan orang tua atau orang dewasa lainnya dalam menjalani fase ini. Baik buruknya mereka saat dewasa nanti, tergantung bimbingan orang tua dan lingkunga sekitarnya. Selalu semangat ya, Mak!


Penulis: Anita MN
Email: anitamn75@yahoo.co.id

Post a Comment

0 Comments