Tiga Hal yang Wajib Diketahui dari ASI Ekslusif



Hai, Emak. 
Melahirkan dan kemudian dilanjukan dengan pemberian ASI adalah sesuatu hal yang istimewa dilewati oleh seorang ibu, ya Mak. Menjadi ibu rasanya kurang sempurna jika tidak disertai kewajiban pemberian ASI. 

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia sudah merekomendasikan bahwa, pemberian ASI mulai bayi lahir sampai berumur enam bulan. Lalu dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun, dengan pemberian tambahan makanan pendamping dan populer disebut MPASI. 

Di enam bulan pertama pemberian ASI menjadi Ekslusif jika selama pemberian tidak disertai pemberian makanan lain. Artinya, bayi kita hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan lainnya selama enam bulan. Ada tiga hal yang Emak wajib ketahui dari pemberian ASI eksklusif agar selama program bisa berjalan dan sukses, apa saja itu? 

1. Hindari Prasangka ASI tidak Cukup

Sering dijumpai terutama untuk ibu-ibu yang bekerja, prasangka bahwa anak yang rewel walau sudah disusui karena ASI-nya tidak cukup. Akhirnya mencari cara mudah dengan memberikan tambahan makanan saat usianya belum enam bulan. 

Padahal sesungguhnya, komunikasi bayi dengan ibunya hanya melalui tangisan. Namun, bukan berarti kalau menangis ASI belum cukup. Bisa saja ada sesuatu yang dirasakan bayi ketika dia menangis, Mak. Coba cek tubuhnya panas atau tidak, BAB, atau BAK. Kalau tidak ada, lanjutkan pemberian ASI-nya, Emak bisa memperbaiki asupan nutrisi agar lebih berkualitas bagi bayinya. 

2. ASI Ekslusif Walau Bekerja

Emak yang bekerja itu tetap bisa memberikan ASI-nya secara eksklusif. Banyak yang sudah melakukan selama ini dimanapun Emak bekerja. Sebelum berangkat kerja memberikan ASI-nya, lalu selama di kantor bisa memompa ASI setiap tiga jam sekali. Jangan lupa simpan di kulkas atau freezer dengan memberi label nama, tanggal, dan jam berapa saat memompa. Jadi, tetap lancar pemberian ASI eksklusif kepada bayi kita, Mak. 

3. Pemberian ASI adalah Komunikasi

Menyusui bayi dengan ASI bukan hanya sekedar memberikan asupan nutrisi dan memenuhi lapar haus sang bayi. Lebih dari itu, ada ikatan batin antara kita dengan bayi (bonding). Perasaan-perasaan positif Emak yang timbul seperti senang, puas, percaya diri, bahwa ASI-nya adalah yang terbaik untuk bayi. Perasaan merasa dibutuhkan itu meningkatkan hormon oksitosin dimana membuat ASI yang keluar bertambah banyak. 

Ketiga hal inilah yang wajib Emak ketahui, saat pemberian ASI Eksklusif. 
Itu kenapa dibutuhkan dukungan orang terdekat atau di sekeliling Emak dalam proses pemberian ASI. 

Yuk berikan yang terbaik bagi bayi kita, ya, Mak. Di momen menyusui inilah saat-saat penting dalam sejarah kehidupan bayi dan Emak, terjadi. Semangat menyusui, Mak!

Penulis: Juli Dwi Susanti
Email: misjulie71@gmail.com

Post a Comment

0 Comments