Halo, Mak Strong!
Bagi kita sebagai orang tua, wajib ya Mak mengenalkan anak akan sejarah, Jika Mak Belum punya rencana untuk liburan akhir tahun cabalah liburan sambil mengenalkan sejarah bagi sang buah hatinya. Maka Bukit tinggi destinasi yang wajib Mak kunjungi bersama keluarga. Kota Bukittinggi terletak 90 Km arah utara Kota Padang. Berada di tepi Ngarai Sianok. Ada dua gunung di sana, Gunung Singalang dan Gunung Merapi. Menjadikan Bukittinggi kota yang sejuk. Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta dikuasai Belanda, hal ini dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia). Ada beberapa destinasi sejarah di Bukittinggi. Dimana letaknya tidak terlalu jauh, Jadi Emak dan keluarga bisa menghabiskan satu hari dengan mengunjungi destinasi ini. Yuk intip Mak, Destinasi apa saja yang bisa dikunjungi bila ke Bukittinggi.
1. MUSEUM BUNG HATTA
Siapa yang tak kenal dengan Bung Hatta? Proklamator dan Wakil Presiden Pertama ini lahir dan menikmati masa kecilnya di Bukit Tinggi. Sebagai bentuk penghormatan untuk beliau Museum ini dibangun oleh pemerintah. Dulu bangunan merupakan rumah kelahiran Bung Hatta, diperkirakan luasnya lebih 1.000 meter
2. ISTANA BUNG HATTA
Istana Bung Hatta terletak di seberang jam Gadang Bukit Tinggi mempunyai halaman yang luas, sejuk, hijau, dan asri karena ditanami pohon palm dan cemara. Istana Bung Hatta dulunya bernama Gedung Tri Arga merupakan saksi sejarah Pemerintahan Darurat Repubrik Indonesia
3. JAM GADANG
Jam gadang terletak di kawasan Taman Sabai Nan Aluih di depan Istana Bung Hatta. Merupakan icon kota Bukittinggi. Bangunan ini peninggalan kolonial Belanda. Memiliki luas 13X4 meter dan tinggi 26 meter. Selesai dibangun tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda. Jam Gadang mempunyai keunikan dalan penulisan angka, bila angka romawi biasa ditulis dengan simbol IV, maka pada jam Gadang ditulis dengan symbol IIII , ini merupakan hal yang tak lazim. Taman jam gadang selalu ramai dikunjungi wisatawan mulai pagi hingga malam hari untuk sekedar bersantai atau mencicipi kuliner khas Bukit tinggi.
4. BENTENG FORT DE KOCK
Sebuah benteng peninggalan penjajah Belanda yang terletak tak jauh dari pusat kota Bukit tinggi, Tepatnya di jalan Tuanku Nan Renceh. Sejarah mencatat bangunan didirikan sejak tahun 1825 oleh Kapten Bouer. Benteng ini digunakan tentara Belanda sebagai tempat pertahanan dari serangan rakyat Minangkabau terutama saat meletusnya Perang Paderi (1821-1837). Tingginya 20 meter dimana pada setiap sisinya terdapat meriam perang.
5. LUBANG JAPANG
Memiliki panjang sekitar 1.470 meter dan berjarak 40 meter di bawah ngarai Sianok. Didirikan oleh penjajah jepang pada tahun 1942-1945. Terdiri dari 21 terowongan. Dulu goa ini difungsikan oleh penjajah Jepang mulai sebagai tempat menyimpan amunisi sampai tempat penyiksaan dan tahanan perang. Lubang Jepang ini saksi atas kekejaman Jepang pada masa lalu.
6. RUMAH BAANJUANG PUTI BUNGSU
Bangunan bersejarah ini didirikan pada tahun 1935 oleh orang Belanda bernama Mondelar Countrolleur. Arsitekturnya khas Minangkabau. Terletak dalam kawasan Taman Marga satwa dan Budaya Kinantan. Di sini kita dapat melihat berbagai benda-benda koleksi, mulai dari numismatika, etnografika sampai hewan mati yang diawetkan.
7. MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA
Diresmikan oleh Mohammad Hatta tanggal 16 Agustus 1973. Museum ini memiliki koleksi beragam, diantaranya senapan, meriam, granat, amunisi, pemancar radio, telepon dan perlengkapan perang lainnya.
Demikian Mak, 7 destinasi sejarah wajib dikunjungi bila datang ke Bukittinggi. Yuk, datang ke sini. Emak dan keluarga pasti merasakan sensasi yang berbeda dan tentu saja bisa mengajak anak-anak bermain sambil belajar sejarah.
Bagi kita sebagai orang tua, wajib ya Mak mengenalkan anak akan sejarah, Jika Mak Belum punya rencana untuk liburan akhir tahun cabalah liburan sambil mengenalkan sejarah bagi sang buah hatinya. Maka Bukit tinggi destinasi yang wajib Mak kunjungi bersama keluarga. Kota Bukittinggi terletak 90 Km arah utara Kota Padang. Berada di tepi Ngarai Sianok. Ada dua gunung di sana, Gunung Singalang dan Gunung Merapi. Menjadikan Bukittinggi kota yang sejuk. Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta dikuasai Belanda, hal ini dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia). Ada beberapa destinasi sejarah di Bukittinggi. Dimana letaknya tidak terlalu jauh, Jadi Emak dan keluarga bisa menghabiskan satu hari dengan mengunjungi destinasi ini. Yuk intip Mak, Destinasi apa saja yang bisa dikunjungi bila ke Bukittinggi.
1. MUSEUM BUNG HATTA
Siapa yang tak kenal dengan Bung Hatta? Proklamator dan Wakil Presiden Pertama ini lahir dan menikmati masa kecilnya di Bukit Tinggi. Sebagai bentuk penghormatan untuk beliau Museum ini dibangun oleh pemerintah. Dulu bangunan merupakan rumah kelahiran Bung Hatta, diperkirakan luasnya lebih 1.000 meter
2. ISTANA BUNG HATTA
Istana Bung Hatta terletak di seberang jam Gadang Bukit Tinggi mempunyai halaman yang luas, sejuk, hijau, dan asri karena ditanami pohon palm dan cemara. Istana Bung Hatta dulunya bernama Gedung Tri Arga merupakan saksi sejarah Pemerintahan Darurat Repubrik Indonesia
3. JAM GADANG
Jam gadang terletak di kawasan Taman Sabai Nan Aluih di depan Istana Bung Hatta. Merupakan icon kota Bukittinggi. Bangunan ini peninggalan kolonial Belanda. Memiliki luas 13X4 meter dan tinggi 26 meter. Selesai dibangun tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda. Jam Gadang mempunyai keunikan dalan penulisan angka, bila angka romawi biasa ditulis dengan simbol IV, maka pada jam Gadang ditulis dengan symbol IIII , ini merupakan hal yang tak lazim. Taman jam gadang selalu ramai dikunjungi wisatawan mulai pagi hingga malam hari untuk sekedar bersantai atau mencicipi kuliner khas Bukit tinggi.
4. BENTENG FORT DE KOCK
Sebuah benteng peninggalan penjajah Belanda yang terletak tak jauh dari pusat kota Bukit tinggi, Tepatnya di jalan Tuanku Nan Renceh. Sejarah mencatat bangunan didirikan sejak tahun 1825 oleh Kapten Bouer. Benteng ini digunakan tentara Belanda sebagai tempat pertahanan dari serangan rakyat Minangkabau terutama saat meletusnya Perang Paderi (1821-1837). Tingginya 20 meter dimana pada setiap sisinya terdapat meriam perang.
5. LUBANG JAPANG
Memiliki panjang sekitar 1.470 meter dan berjarak 40 meter di bawah ngarai Sianok. Didirikan oleh penjajah jepang pada tahun 1942-1945. Terdiri dari 21 terowongan. Dulu goa ini difungsikan oleh penjajah Jepang mulai sebagai tempat menyimpan amunisi sampai tempat penyiksaan dan tahanan perang. Lubang Jepang ini saksi atas kekejaman Jepang pada masa lalu.
6. RUMAH BAANJUANG PUTI BUNGSU
Bangunan bersejarah ini didirikan pada tahun 1935 oleh orang Belanda bernama Mondelar Countrolleur. Arsitekturnya khas Minangkabau. Terletak dalam kawasan Taman Marga satwa dan Budaya Kinantan. Di sini kita dapat melihat berbagai benda-benda koleksi, mulai dari numismatika, etnografika sampai hewan mati yang diawetkan.
7. MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA
Diresmikan oleh Mohammad Hatta tanggal 16 Agustus 1973. Museum ini memiliki koleksi beragam, diantaranya senapan, meriam, granat, amunisi, pemancar radio, telepon dan perlengkapan perang lainnya.
Demikian Mak, 7 destinasi sejarah wajib dikunjungi bila datang ke Bukittinggi. Yuk, datang ke sini. Emak dan keluarga pasti merasakan sensasi yang berbeda dan tentu saja bisa mengajak anak-anak bermain sambil belajar sejarah.
Penulis : Elvida Busma
(elv.fifa0424@gmail.com)
0 Comments