Cobà kita cermati ya mak, saat ini banyak sekali perempuan-perempuan di desa mengadu nasib,mencari penghidupan layak, dan penjemput rezeki, harus berangkat ke negeri seberang Arab saudi, Malaysia, Hongkong dan negara lainnya.
Padahal begitu banyak menyisakan kekecewaan dan masalah beragam yang memprihatinkan, seperti penganiyaan, pemotongan gajih yang terlampau besar dari agen, hingga perlindungan hukum yang lemah.dan ada permasahan yang lebih prinsif lagi yakni meninggalkan anak dan suami.
Namun mak, ternyata dari beragam permasalahan itu tak menyurutkan langkah mereka untuk bekerja juga, tentu dengan iming-iming penghasilan yang besar, dan sukses ketika pulang lagi ke kampung. Pertanyaannya, apakah harus kita pergi dulu ke kota, atau keluar negeri untuk memcari penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan kehidupan, apakah benar tak ada peluang bagi kita untuk mengais rezeki di negeri sendiri? Wallahu'alam, yang jelas rezeki itu memang ketentuan pula dari Allah, manusia di suruh bertebaran di muka bumi untuk menjemput rezekinya. Begitu pula teringat aku akan perkataan imam syafi,i" carilah rezeki, penghidupan yang layak, jika tak kau temukan di negerimu maka berhijrahlah.
Jadi sebenarnya peluang usaha itu banyak sekali, dilihat dari Tanah air kita yang melimpah ruah hasil kekayaannya, penduduk yang besar berpotensi besar pula bagi kita penggali ide untuk menyediakan sandang, papan dan pendidikan yang akan kita jadikan peluang usaha.
Sulit, ya... banyak sekali kaum wanita yang mengeluh betapa sulitnya menemukan ide untuk berwirausaha. Sebenarnya peluang usaha itu tak jauh kok dari kita. Semua orang punya hobi dan kegemarankan, ada yang suka memasak, berkebun, kerajinan tangan,menulis, membaca dan lain-lain, biasanya hobi akan memberikan manfaat yang menyenangkan bagi pemilik hobinya. Payahnya kita sering keliru, karena kebanyakan hobi malah hanya memberikan efek menghibur hati namun rela merogok kantong bagi pemilik hobi demi sebuah kepuasan semata.
Nah mak, bagaimana kalau hobi ini kita ubah menjadi yang mendatangkan uang, hobi tersalurkan dan uangpun di dapatkan.mari kita simak langkah-langkahnya!
1. Tekuni hobi tersebut sehingga kita menjadi ahli dibidang yang ingin kita tekuni misalnya hobi memasak , maka jadilah tukang masak yang handal.
2.peluang dari hobi yang kita tekuni tersebut berpotensi dijadikan bisnis atau tidak, survei pasar dulu, pada dasarnya sih semua hobi bisa dikomersialisasikan. Dulu pas waktu sekolah saya punya teman suka sekali makan permen karet, besok-besok dia beli beberapa pac permen karet dan ditawarkannya kepada teman-temannya, dan ternyata amazing, hari-harinya ada-ada aja dagangan yang dibawanya, dan ternyata laku.
3. Belajar dari mentor-mentor yang sudah sukses di bidangnya.
4. Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung dengan hobi kita misalnya , menulis, memasak, atau persatuan pecinta burung sekalipun he he..
5.Jangan malu melakukan promosi atau penawaran produk atau jasa yang kita miliki secara intensif kepada lingkungan terdekat.
Nah mak, ide usaha bertebaran dimana-mana kan. Bila kita mulai dengan kecintaan serta motivasi yang tinggi, untuk memberi manfaat sebesar-besarnya in syaa Allah akan berhasil.
Padahal begitu banyak menyisakan kekecewaan dan masalah beragam yang memprihatinkan, seperti penganiyaan, pemotongan gajih yang terlampau besar dari agen, hingga perlindungan hukum yang lemah.dan ada permasahan yang lebih prinsif lagi yakni meninggalkan anak dan suami.
Namun mak, ternyata dari beragam permasalahan itu tak menyurutkan langkah mereka untuk bekerja juga, tentu dengan iming-iming penghasilan yang besar, dan sukses ketika pulang lagi ke kampung. Pertanyaannya, apakah harus kita pergi dulu ke kota, atau keluar negeri untuk memcari penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan kehidupan, apakah benar tak ada peluang bagi kita untuk mengais rezeki di negeri sendiri? Wallahu'alam, yang jelas rezeki itu memang ketentuan pula dari Allah, manusia di suruh bertebaran di muka bumi untuk menjemput rezekinya. Begitu pula teringat aku akan perkataan imam syafi,i" carilah rezeki, penghidupan yang layak, jika tak kau temukan di negerimu maka berhijrahlah.
Jadi sebenarnya peluang usaha itu banyak sekali, dilihat dari Tanah air kita yang melimpah ruah hasil kekayaannya, penduduk yang besar berpotensi besar pula bagi kita penggali ide untuk menyediakan sandang, papan dan pendidikan yang akan kita jadikan peluang usaha.
Sulit, ya... banyak sekali kaum wanita yang mengeluh betapa sulitnya menemukan ide untuk berwirausaha. Sebenarnya peluang usaha itu tak jauh kok dari kita. Semua orang punya hobi dan kegemarankan, ada yang suka memasak, berkebun, kerajinan tangan,menulis, membaca dan lain-lain, biasanya hobi akan memberikan manfaat yang menyenangkan bagi pemilik hobinya. Payahnya kita sering keliru, karena kebanyakan hobi malah hanya memberikan efek menghibur hati namun rela merogok kantong bagi pemilik hobi demi sebuah kepuasan semata.
Nah mak, bagaimana kalau hobi ini kita ubah menjadi yang mendatangkan uang, hobi tersalurkan dan uangpun di dapatkan.mari kita simak langkah-langkahnya!
1. Tekuni hobi tersebut sehingga kita menjadi ahli dibidang yang ingin kita tekuni misalnya hobi memasak , maka jadilah tukang masak yang handal.
2.peluang dari hobi yang kita tekuni tersebut berpotensi dijadikan bisnis atau tidak, survei pasar dulu, pada dasarnya sih semua hobi bisa dikomersialisasikan. Dulu pas waktu sekolah saya punya teman suka sekali makan permen karet, besok-besok dia beli beberapa pac permen karet dan ditawarkannya kepada teman-temannya, dan ternyata amazing, hari-harinya ada-ada aja dagangan yang dibawanya, dan ternyata laku.
3. Belajar dari mentor-mentor yang sudah sukses di bidangnya.
4. Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung dengan hobi kita misalnya , menulis, memasak, atau persatuan pecinta burung sekalipun he he..
5.Jangan malu melakukan promosi atau penawaran produk atau jasa yang kita miliki secara intensif kepada lingkungan terdekat.
Nah mak, ide usaha bertebaran dimana-mana kan. Bila kita mulai dengan kecintaan serta motivasi yang tinggi, untuk memberi manfaat sebesar-besarnya in syaa Allah akan berhasil.
Penulis : Rusmini ummu huwaida
Email : rusmini.huwaida12@gmail.com
Email : rusmini.huwaida12@gmail.com
0 Comments