Menanamkan Semangat Enterpreneurship Sejak Dini Pada Anak



Mempunyai anak yang cerdas dan berprestasi, serta mandiri adalah impian banyak orang tua. Apalagi jika anak sudah terlihat punya bakat berwirausaha alias enterpreneur sejak kecil. 

Namun, tidak semua anak sudah terlihat bakatnya sejak dini. Ada yang harus distimulasi dulu, baru muncul minat dan bakatnya. Nah, sebenarnya jiwa enterpeneur ini bisa ditanamkan sejak kecil pada anak loh, Mak. Meskipun mungkin bakat dan minat mereka bukan di bidang itu.

Ada banyak manfaat positif bagi orang yang berjiwa enterpreneur, meskipun profesinya bukan seorang pedagang atau pengusaha. Orang yang mempunyai semangat wirausaha yang tinggi, biasanya suka mengembangkan diri, inovatif, dan kreatif. Lalu, bagaimana cara menanamkan semangat wirausaha ini pada anak-anak?

Cobalah resep dari Psikolog Rosdiana Setyaningrum ini: 

1. Ajarkan pada anak bahwa semua barang memiliki harga
Terkadang anak sulit menghargai apa yang mereka miliki. Hal ini karena mereka belum mengerti nilai barang tersebut, serta dari mana asal uang untuk membeli barang tersebut. Ketika anak belajar bahwa semua barang yang mereka miliki itu ada harganya, mereka akan lebih menghargai semua hal.

2. Ajarkan bahwa mereka perlu berusaha dalam mendapatkan yang diinginkan
Beri tahu anak bahwa orang tua harus bekerja keras untuk membeli barang tersebut. Sehingga anak tahu bagaimana proses mendapatkan uang, yaitu dengan bekerja.
Ajak juga anak untuk mencoba melakukan pekerjaan kecil untuk mendapatkan uang serta belajar menabung.

3. Ajarkan anak untuk memahami arti prioritas dan kegunaan sebuah barang
Perlu juga loh, Mak, mengajarkan pada anak arti sebuah prioritas. Artinya bahwa barang yang akan dibelinya, harus disusun sesuai kebutuhan. Mana yang paling dibutuhkan, itulah barang yang akan dibeli terlebih dahulu. Sehingga, anak akan lebih mudah menerima kenyataan, saat barang yang diinginkannya, tak bisa segera dipenuhi. 

4. Ajak anak menjual barang yang tak terpakai
Selain praktek langsung jual beli, hal ini bisa menjadi latihan yang baik untuk memahami nilai barang, uang, dan usaha. Mereka juga jadi belajar untuk merawat barang agar tetap berharga bagi orang lain.

5. Ajak mereka untuk berbagi
Berikan kesempatan pada anak untuk belajar berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Tidak hanya selalu menerima saja, tapi ajak juga mereka untuk melihat bahwa ada juga orang di luar sana yang sangat membutuhkan, tapi mereka tak mampu mendapatkannya. 
Sehingga, anak punya rasa empati yang tinggi terhadap sesama dan tidak berat untuk berderma.

Oya, Mak, sebenarnya konsep enterpreneurship ini bukan hanya sekedar membangun kemampuan berbisnis pada anak. Namun, lebih pada pembentukan karakter si kecil. Seperti menumbuhkan rasa simpati, percaya diri, tanggung jawab, kemampuan bersosialisasi, dan semangat untuk selalu belajar. Sehingga mereka menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Sepakat, Mak?


Sumber: Republika.co.id, 26 November 2017


Penulis: Anita MN
Email: anitamn75@yahoo.co.id

Post a Comment

0 Comments