Tidak Hanya Mengasah Jiwa Bisnis pada Anak, Mengasah Jiwa Sosial pun Juga Harus



Sudah menjadi stigma dalam sebagian masyarakat bahwa orang bisnis atau pedagang itu cenderung pelit atau terlalu ‘hitungan’. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar ya, Mak. Dalam kenyataan pun, banyak pula pengusaha yang punya jiwa sosial tinggi, bukan? Jadi, tak semua pebisnis itu rasa empatinya sedikit. Atau hanya sekedar mementingkan untung rugi semata.

Namun membentuk karakter seperti itu tidak bisa instan. Ada proses panjang yang harus dijalani. Artinya orang tua sudah bisa mempraktekkannya pada anak sejak dini. 

Lalu, langkah apa saja yang bisa dilakukani orang tua untuk mewujudkan impiannya, mempunyai generasi berjiwa sosial tinggi sekaligus punya semangat wirausaha yang baik? Cobasimak tips-tips dari saya berikut ini: 

1. Mengenalkan proses jual beli sekaligus berbagi
Bagaimana caranya? Saat mengajak anak berlatih sebagai penjual, Emak bisa sekaligus mengajarkan konsep berbagi. Salah satu contoh misalnya, untuk pengadaan barang yang akan dijual, Emak bisa mengajak mereka mengunjungi salah satu kampung yang memproduksi barang. Emak mengambil barang dari mereka untuk dijual kembali. Tujuannya adalah membantu memasarkan barang sekaligus membuka jalan rezeki untuk mereka.

2. Ajak anak menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membantu orang lain
Menjual barang artinya memang mencari keuntungan. Nah, ajak si kecil untuk menyisihkan sebagian keuntungan hasil penjualan untuk diserahkan kepada orang yang kurang mampu. Bisa dengan menitipkan di kotak infaq masjid atau langsung diserahkan kepada orang yang membutuhkan.

3. Mengajak anak menabung dan berbagi
Emak bisa mengajak anak menabungkan sebagian uang hasil berjualan. Jika sudah mencapai hasil tertentu yang sudah disepakati. Anak bisa diajak ke panti asuhan atau yang semisalnya untuk menyerahkan tabungan mereka dalam rangka membantu meringankan beban sesama. 

4. Biasakan anak untuk mengucapkan kata terima kasih
Ucapan terima kasih harus selalu melekat pada ucapan anak sehari-hari. Saat orang lain sudah ‘berbagi rezeki’ kepadanya, jangan lupa ingatkan dia untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ sudah belanja, dan semisalnya. 

Membiasakan ucapan baik seperti ini, membuat anak tetap mempunyai rasa rendah hati dan selalu menghormati orang lain, apa pun profesinya nanti. 

5. Membantu pekerjaan rumah tangga dan sesekali memberi mereka hadiah sebagai ucapan terima kasih
Libatkan anak untuk membantu pekerjaan rumah sehari-hari, walaupun mungkin ada asisten rumah tangga di rumah. Contohnya Emak memberi tanggung jawab pada anak untuk merapikan tempat tidur mereka sendiri atau memereskan mainan mereka setelah selesai bermain.

Emak bisa juga sesekali memberi hadiah yang berupa uang atau mungkin hanya sekedar pelukan hangat bagi mereka, sebagai ucapan rasa terima kasih. Dengan begitu, mereka punya rasa simpati terhadap pekerjaan rumah tangga sekaligus ada rasa bangga karena jerih payah mereka ternyata dihargai.

Itulah Mak, 5 hal sederhana yang bisa diajarkan pada anak sejak dini. Agar mereka mempunyai jiwa sosial yang tinggi sekaligus memiliki jiwa wirausahayang baik. Sehingga mereka bisa menjadi yang dermawan sekaligus orang yang pantang menyerah dalam berusaha.


Penulis: Anita MN
Email: anitamn75@yahoo.co.id

Post a Comment

0 Comments